Ternyata untuk merubah ke hal positip dan untuk pengembangan diri sangat berat. Terkadang kita malas untuk membiasakan diri untuk berubah. Emang benar kata orang supaya jadi kebiasaan harus minimal kita kerjakan selama 40 hari tanpa ada jeda. Kalau ada jeda harus diulang lagi dari awal.
Masak saya kalah sama anak saya Reza (5,5 tahun). Awalnya dia sangat susah untuk disuruh belajar membaca. Padahal hanya sehari paling lama sekitar 10 menit. Pada awalnya dia harus dikerasin mamanya supaya mau belajar. Dan saya juga harus memberi hadiah mainan supaya mau belajar.
Tapi sekarang sudah jauh berubah. Dia kayanya udah menikmati belajar membacanya dan mengaji iqro sama mamanya. Kayanya dia sudah jadi kebiasaan walaupun mamanya harus memaksanya. Tapi kelihatan dia sudah terbiasa dan menikmati kebiasaan tersebut.
Kadang saya berpikir masak saya sebagai orang tuanya hanya mau menyuruh anak saya untuk tiap hari belajar, tapi saya nggak bisa jadi contoh teladan untuk berubah setiap hari. He.. he malu juga sama anak saya. Padahal saya udah bertekad loh setiap hari minimal membaca satu jam tapi kok kayanya berat sekali jadi kebiasaan ini. Masak saya harus dikerasin malu ah sama anak saya. Untung eja nggak tahu...
Terkadang emang kita sebagai orang tua harus banyak mengaca kepada anak-anak kita. Sikap anak-anak banyak kelebihannya. Dia kalau berantem sama kawannya paling lama dua hari sudah baekan terus nggak ada dendam lagi. Tapi kalau kita sebagai orang tua kalau udah benci sama orang bisa jadi selamanya dech benci.
Menjelang Ramadhan ini mari kita saling memaafkan dan mengikhlaskan semuanya sehingga hati kita bersih dan dapat menjalankan puasa dengan baik amiiin.
Dan bulan Ramdhan ini kita jadikan bulan training bagi kita sehingga kita dapat menjadi muslim yang lebih baik dan dapat meningkatkan amal ibadah kita.
Jumat, 29 Agustus 2008
Selasa, 26 Agustus 2008
Menjaga lisan
Saya baru sadar bahwa lisan kita atau omongan kita jika menyakiti orang lain sangat susah untuk mengobatinya. Kalau kita kena pisau atau terluka masih ada obatnya dan akan sembuh. Tapi kalau kita udah disakiti orang dengan lisannya kadang perasaan kita sangat susah untuk diobati. Perlu kebesahan hati kita untuk menyikapinya.
Terkadang gara-gara omongan becanda akan menyababkan terjadinya pertumpahan darah. Apalgi kalau saat orang yang kita ajak bercanda lagi capek dan banyak masalah.
Terkadang gara-gara omongan becanda akan menyababkan terjadinya pertumpahan darah. Apalgi kalau saat orang yang kita ajak bercanda lagi capek dan banyak masalah.
Perang yang paling berat
Ternyata perang yang paling berat di dunia ini adalah perang melawan diri sendiri. Perang untuk tidak marah atau melapangankan hati kita sangat berat. Emang benar untuk bisa menjaga hati kita supaya ikhlas sangat berat. Gimana kita dapat menerima segal seuatu yang tidak sesuai dengan hati kita terkadang membuat kita marah.
Kondisi yang mendukung kita marah pada saat kita sedang cape-capenya. Oleh karena itu kita harus bisa mengontrol diri kita sendiri. Emang saya masih susah untuk meredam amarah ini. Tapi kata orang hal ini harus kita latih untuk menahan emosi kita tersebut. Yah mungkin bisa dimulai dari hal-hal yang kecil di rumah kita. Misal saat anak kita rewel pas kita baru pulang dari kantor. Ini merupakan ujian kecil kita. Saya juga lagi mencoba gimana mengelola emosi kita ini. Gimana caranya kita bisa mengelola emosi kita. Emang kita harus menghilangkan ego kita dech. Jangan mentang-mentang kita sebagai kepala keluarga merasa kuasa untuk mengatur rumah tangga ini.
Mungkin salah satu kunci untuk bisa mengelola emosi kita adalah dengan melapangkan hati kita. Terkadang perasaan kita tergantung dari hati kita. Apakah hati kita ini lapang atau tidak. Hati itu ibarat ruangan. Kalau misalkan kita ada di kamar mandi pas ada binatang misalnya tikus maka kita akan geli atau takut. Tapi kalau kita berada di luar atau ruangan yang besar maka kita tidak akan merasa takut untuk menghadapinya.
Yah mari kita latih hati kita ini untuk ikhlas menerima segalanya. Segala sesuatu kejadian pasti ada hikmah dibalik peristiwa tersebut.
Kondisi yang mendukung kita marah pada saat kita sedang cape-capenya. Oleh karena itu kita harus bisa mengontrol diri kita sendiri. Emang saya masih susah untuk meredam amarah ini. Tapi kata orang hal ini harus kita latih untuk menahan emosi kita tersebut. Yah mungkin bisa dimulai dari hal-hal yang kecil di rumah kita. Misal saat anak kita rewel pas kita baru pulang dari kantor. Ini merupakan ujian kecil kita. Saya juga lagi mencoba gimana mengelola emosi kita ini. Gimana caranya kita bisa mengelola emosi kita. Emang kita harus menghilangkan ego kita dech. Jangan mentang-mentang kita sebagai kepala keluarga merasa kuasa untuk mengatur rumah tangga ini.
Mungkin salah satu kunci untuk bisa mengelola emosi kita adalah dengan melapangkan hati kita. Terkadang perasaan kita tergantung dari hati kita. Apakah hati kita ini lapang atau tidak. Hati itu ibarat ruangan. Kalau misalkan kita ada di kamar mandi pas ada binatang misalnya tikus maka kita akan geli atau takut. Tapi kalau kita berada di luar atau ruangan yang besar maka kita tidak akan merasa takut untuk menghadapinya.
Yah mari kita latih hati kita ini untuk ikhlas menerima segalanya. Segala sesuatu kejadian pasti ada hikmah dibalik peristiwa tersebut.
Senin, 25 Agustus 2008
Resep menjaga hubungan tali silaturahmi
Terkadang sangat susah untuk menjaga hubungan yang baik dengan tetangga kita. Terlebih lagi kalau kita sama-sama egois dan merasa benar sendiri. Yang sering terjadi di antaranya masalah anak, selokan air, masalah tata batas tanah, sumur dll.
Terkadang kalau anak kita berantem atau ribut sebaiknya kita sebagai orang tua harus berjiwa besar dech. Kalau anak-anak ribut paling lama dua atau tiga hari musuhannya. Tapi kalau orang tua sampai campur tangan sehingga hubungan tetangga jadi nggak enak, susah sekali untuk memperbaiki hubungan tetangga tersebut.
Kata orang, kita bisa menjaga tali silaturahmi kita tersebut kita jangan hanya melihat kejelekannya yang kecil atau yang ada. Emang wajar manusia tidak sempurna. Jadi untuk menghilangkan kekecewaan kita pada seseorang kita harus mencari kebaikan atau kelebihan seseorang tersebut. Kita jangan sampai kata ibarat gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Pribahasa ini jangan dipakai untuk hubungan tali silaturahmi kita. Kalau perlu kita harus menjadi seperti air di danau. Walaupun ditaburi garam seember insya Allah tidak akan asin. Begitu juga hati kita harus dibuat lapang. Kata aa gym saat kita berada di kamar mandi kalau ada tikus pasti kita akan takut atau geli. Tapi kalau kita berada di luar atau di lapangan maka kalau ada tikus kita akan biasa aja.
Begitu juga kalau kita ingin menjaga pertemanan kita. Jangan sampai gara-gara kesalahan kecil jadi bubar hubungan yang telah kita jalanin sekian lama.
Terkadang kalau anak kita berantem atau ribut sebaiknya kita sebagai orang tua harus berjiwa besar dech. Kalau anak-anak ribut paling lama dua atau tiga hari musuhannya. Tapi kalau orang tua sampai campur tangan sehingga hubungan tetangga jadi nggak enak, susah sekali untuk memperbaiki hubungan tetangga tersebut.
Kata orang, kita bisa menjaga tali silaturahmi kita tersebut kita jangan hanya melihat kejelekannya yang kecil atau yang ada. Emang wajar manusia tidak sempurna. Jadi untuk menghilangkan kekecewaan kita pada seseorang kita harus mencari kebaikan atau kelebihan seseorang tersebut. Kita jangan sampai kata ibarat gara-gara nila setitik rusak susu sebelanga. Pribahasa ini jangan dipakai untuk hubungan tali silaturahmi kita. Kalau perlu kita harus menjadi seperti air di danau. Walaupun ditaburi garam seember insya Allah tidak akan asin. Begitu juga hati kita harus dibuat lapang. Kata aa gym saat kita berada di kamar mandi kalau ada tikus pasti kita akan takut atau geli. Tapi kalau kita berada di luar atau di lapangan maka kalau ada tikus kita akan biasa aja.
Begitu juga kalau kita ingin menjaga pertemanan kita. Jangan sampai gara-gara kesalahan kecil jadi bubar hubungan yang telah kita jalanin sekian lama.
Kamis, 21 Agustus 2008
Penulisan yang ke 100
Walaupun jauh dari baik ternyata saya udah nulis diblog berdasarkan arsip saya sebanyak 99 tulisan. Tulisan saya menurut saya jauh dari layak. Tapi niat saya nulis diblog ini mau membuktikan bahwa saya bisa juga menulis. Ini yang ingin saya buktikan pada diri saya bahwa saya juga mampu untuk menulis. Terkadang saya malas untuk menulis.
Saya ingat dulu waktu mau nulis surat untuk pacar aja saya minta dibikinkan kakak saya untuk membalasnya. Eh ternyata saya bisa juga yah menulis. Walupun tulisannya masih terbatas hanya diary di blog.
Tapi kadang saya bangga juga dech, tulisan saya terkadang dibaca oleh Mas EWA (Ersis), terus tadi lihat juga ada komentar-komentar beliau pada tulisan saya.
Yah minimal saya ada percaya diri lah bahwa saya bisa nulis. Mudah-mudahan ini bisa jadi kebiasaan saya. Dengan menulis kita bisa membebaskan pikiran kita, sehingga dapat mengurangi stress kita.
Tapi yang menjadi tantangan saya belum konsistennya saya untuk menulis setiap hari di blog. Emang banyak kendalanya tapi kita nggak boleh jadi alasannya untuk tidak menulis.
Mudahan-mudahan tulisan yang ke seratus ini lebih meyakinkan saya bahwa saya bisa nulis. Dan saya ingin menghilangkan dipikiran saya bahwa saya nggak bisa nulis.
Begitu juga dengan jogging pagi hari. Alhamdulillah sampai saat ini saya masih lari pagi kira-kira 3 km setiap pagi. Emang terkadang rasa malas itu datang tapi harus saya lawan. Kalau udah malas nanti mals lagi memulainya. Emang terkadang kaya orang aneh juga tiap subuh kok lari terus . he.. he..he.
Saya ingat dulu waktu mau nulis surat untuk pacar aja saya minta dibikinkan kakak saya untuk membalasnya. Eh ternyata saya bisa juga yah menulis. Walupun tulisannya masih terbatas hanya diary di blog.
Tapi kadang saya bangga juga dech, tulisan saya terkadang dibaca oleh Mas EWA (Ersis), terus tadi lihat juga ada komentar-komentar beliau pada tulisan saya.
Yah minimal saya ada percaya diri lah bahwa saya bisa nulis. Mudah-mudahan ini bisa jadi kebiasaan saya. Dengan menulis kita bisa membebaskan pikiran kita, sehingga dapat mengurangi stress kita.
Tapi yang menjadi tantangan saya belum konsistennya saya untuk menulis setiap hari di blog. Emang banyak kendalanya tapi kita nggak boleh jadi alasannya untuk tidak menulis.
Mudahan-mudahan tulisan yang ke seratus ini lebih meyakinkan saya bahwa saya bisa nulis. Dan saya ingin menghilangkan dipikiran saya bahwa saya nggak bisa nulis.
Begitu juga dengan jogging pagi hari. Alhamdulillah sampai saat ini saya masih lari pagi kira-kira 3 km setiap pagi. Emang terkadang rasa malas itu datang tapi harus saya lawan. Kalau udah malas nanti mals lagi memulainya. Emang terkadang kaya orang aneh juga tiap subuh kok lari terus . he.. he..he.
kesempatan
Terkadang saya tidak memanfaatkan kesempatan yang ada. Saya terkadang justru memikirkan hal-hal yang tidak ada atau menyia-nyiakan kesempatan. Kalau saya di kantor terkadang kami memperebutkan fasilitas kantor misalnya komputer. Waktu komputer dipakai terkadang kesal juga ngeliatnya. Apalagi kalau komputer dipake untuk maen game atau chatting. Padahal niat dari rumah udah pengen ngetik. Tapi hari ini di ruangan sepi kok nggak mau memanfaatkan kesempatan yah. Bukannya ngetik malah lebih banyak maen internet.
Kayanya emang sifat manusia dech. Terkadang kita lebih memikirkan sesuatu yang diluar sana atau sesuatu yang tidak kita miliki. Kata orang rumput tetanga lebih hijau. Kita terkadang lupa untuk bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Misalkan kita sebelum punya anak pengen banget punya anak. Eh setelah punya anak kita kurang memberi didikan yang baik, kurang bersyukur apa yang kita miliki. Coba dech bayangkan keluarga yang tidak diberi anak segala pengorbanan, usaha dan duit dia keluarkan untuk memiliki anak. Tapi kita yang diberi anak kok kayanya kurang bersyukur.
Emang kita harus lebih banyak merenung lagi dech termasuk diri saya pribadi. Tuhan telah banyak memberi nikmat kepada kita berupa panca indera yang lengkap. Tapi terkadang saya masih malu kok kayanya saya masih belum mengoptimalkan nikmat yang diberi Allah kepada saya. Mata jarang saya gunakan untuk membaca. Dulu kayanya mata ini lebih banyak saya gunakan untuk nonton tivi. Saya diberi kaki kok kayanya jarang saya gunakan ke tempat-tempat yang baik. Saya lihat mertua saya tidak bisa jalan karena stroke jangankan buat jalan buat berdiri aja sangat susah.
Marilah kita renungkan kembali, kesempatan atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Sudah kah kita gunakan ke arah yang benar.
Mari sama-sama kita saling mengingatkan terutama kepada orang-orang terdekat kita dulu, mari kita manfaatkan nikmat yang kita miliki.
Kayanya emang sifat manusia dech. Terkadang kita lebih memikirkan sesuatu yang diluar sana atau sesuatu yang tidak kita miliki. Kata orang rumput tetanga lebih hijau. Kita terkadang lupa untuk bersyukur atas apa yang sudah kita miliki. Misalkan kita sebelum punya anak pengen banget punya anak. Eh setelah punya anak kita kurang memberi didikan yang baik, kurang bersyukur apa yang kita miliki. Coba dech bayangkan keluarga yang tidak diberi anak segala pengorbanan, usaha dan duit dia keluarkan untuk memiliki anak. Tapi kita yang diberi anak kok kayanya kurang bersyukur.
Emang kita harus lebih banyak merenung lagi dech termasuk diri saya pribadi. Tuhan telah banyak memberi nikmat kepada kita berupa panca indera yang lengkap. Tapi terkadang saya masih malu kok kayanya saya masih belum mengoptimalkan nikmat yang diberi Allah kepada saya. Mata jarang saya gunakan untuk membaca. Dulu kayanya mata ini lebih banyak saya gunakan untuk nonton tivi. Saya diberi kaki kok kayanya jarang saya gunakan ke tempat-tempat yang baik. Saya lihat mertua saya tidak bisa jalan karena stroke jangankan buat jalan buat berdiri aja sangat susah.
Marilah kita renungkan kembali, kesempatan atas nikmat yang telah diberikan Allah kepada kita. Sudah kah kita gunakan ke arah yang benar.
Mari sama-sama kita saling mengingatkan terutama kepada orang-orang terdekat kita dulu, mari kita manfaatkan nikmat yang kita miliki.
Dipinjami buku
Minggu yang lalu saya dipinjami buku tentang bagaimana menghadapi masalah dalam pandangan Islam. Buku itu dipinjamkan tetangga saya. Cuman yang jadi masalahnya belum sempat saya baca semuanya. Hanya beberapa lembar yang saya baca. Waktu ketemu beliau saya ditanya gimana wan udah dibaca lah bukunya. Jawab saya baru sedikit mas. jadi setiap ketemu orangnya saya jadi nggak enak dech, takut ditanya gimana bukunya bagus gak.
Terkadang saya baru sadar dech, kok saya merasa nggak enak sama tetangga saya yah, dan merasa bersalah dech kalau nggak sempat baca bukunya. Padahal dia udah semangat sekali meminjamkan bukunya ke saya.
Tapi kok saya nggak merasa bersalah, karena jarang sekali saya membaca Al qur'an. Padahal itukan pedoman hidup saya. Atau boleh dibilang manual kehidupan manusia. Misalkan kita beli barang elektronik yang baru aja kalau nggak baca manualnya kita bingung mengoperasikannya. Masak sih saya jarang sekali membaca alqur'an dengan terjemahannya apa isi yang dikandungnya.
Terkadang saya udah malas duluan sih, kalau baca al qur'an harus wudhu dulu, harus hati-hati. Udah gitu kita takut salah bacaan tajwidnya. Tapi kita kayanya justru lupa isi yang dikandung al qur'an tersebut. Kita lebih terfokus kepada mushaf al'quran tersebut. Sedangkan pokok ajarannya malah nggak pernah di perhatikannya atau diikutinya. Emang kita harus menghormati mushaf al qur'an tersebut, tapi jangan sampai kita malah menjadi alasan untuk membaca al qur'an tersebut beserta terjemahannya.
Kemaren saya baca buku Yusuf mansur, yang judulnya mencari Tuhan yang hilang. Untuk supaya kita jangan jauh dari al qur'an diusahakan dech atau dipaksa sebelum tidur baca minimal dua ayat al qur'an beserta terjemahannya. Katanya kalau kebiasaan ini dijalankan insya Allah kita akan terbiasa membaca al qur'an.
Apalagi sekarang enak sudah banyak buku terjemahannya dan tafsir dari al qur'an tersebut. Tetapi emang sebaiknya kita belajar mengkaji tersebut harus ada gurunya.
Yah emang kita harus membaca manual hidup kita dech minimal satu hari satu ayat dulu dech, seperti kata ustad yusuf mansur tersebut.
Terkadang saya baru sadar dech, kok saya merasa nggak enak sama tetangga saya yah, dan merasa bersalah dech kalau nggak sempat baca bukunya. Padahal dia udah semangat sekali meminjamkan bukunya ke saya.
Tapi kok saya nggak merasa bersalah, karena jarang sekali saya membaca Al qur'an. Padahal itukan pedoman hidup saya. Atau boleh dibilang manual kehidupan manusia. Misalkan kita beli barang elektronik yang baru aja kalau nggak baca manualnya kita bingung mengoperasikannya. Masak sih saya jarang sekali membaca alqur'an dengan terjemahannya apa isi yang dikandungnya.
Terkadang saya udah malas duluan sih, kalau baca al qur'an harus wudhu dulu, harus hati-hati. Udah gitu kita takut salah bacaan tajwidnya. Tapi kita kayanya justru lupa isi yang dikandung al qur'an tersebut. Kita lebih terfokus kepada mushaf al'quran tersebut. Sedangkan pokok ajarannya malah nggak pernah di perhatikannya atau diikutinya. Emang kita harus menghormati mushaf al qur'an tersebut, tapi jangan sampai kita malah menjadi alasan untuk membaca al qur'an tersebut beserta terjemahannya.
Kemaren saya baca buku Yusuf mansur, yang judulnya mencari Tuhan yang hilang. Untuk supaya kita jangan jauh dari al qur'an diusahakan dech atau dipaksa sebelum tidur baca minimal dua ayat al qur'an beserta terjemahannya. Katanya kalau kebiasaan ini dijalankan insya Allah kita akan terbiasa membaca al qur'an.
Apalagi sekarang enak sudah banyak buku terjemahannya dan tafsir dari al qur'an tersebut. Tetapi emang sebaiknya kita belajar mengkaji tersebut harus ada gurunya.
Yah emang kita harus membaca manual hidup kita dech minimal satu hari satu ayat dulu dech, seperti kata ustad yusuf mansur tersebut.
Kamis, 14 Agustus 2008
Kita butuh orang lain
Pas kemaren ke kantor ketemu ama fajar (kawan di kantor), dia bilang. Mas Wawan kok kayanya gemuk lagi yah. Wah emang beberapa minggu ini kurang kontrol ama cemilan. Soalnya di rumah ada tukang kerja. Jadi ikutan-ikutan makan kue. Pas ngecek nimbang badan ternyata emang benar berat badan jadi naik lagi sekitar 1,5 kg. Pantesan pas pake baju kayanya kok sempit.
Kayanya dalam kehidupan kita juga kita nggak bisa terlepas dari hubungan dengan sesama. Kita butuh teman atau kawan /orang lain dalam segala hal. Kadang kita nggak bisa melihat diri kita. Apa diri kita ini sudah benar atau berada pada posisi yang tepat. terkadang kita hanya menilai orang lain tanpa intropeksi diri kita. Kita butuh masukan dari orang lain dalan kehidupan ini. Kayanya nggak mungkin dech kalau kita tidak tegantung sama orang lain di sekitar kita.
Begitu juga dalam bertetangga. Kita harus hati-hati menjaga perasaan tetangga kita. Berdasarkan cerita dari tetangga, jangan sampai permasalahan kecil membuat hubungan dengan tetangga jadi tidak baik. Kalau udah terjadi perselisihan untuk memperbaikinya sangat susah banget dech. Apalagi kalau sama-sama tinggi egonya. Merasa benar sendiri. Mari kita sekarang mencoba mengalah demi terjaganya tali silaturahmi kita.
Dalam agama Islam juga sangat melarang memutuskan tali silaturahmi.
Apalagi masalah yang berhubungan dengan rumah. Jangan samapai hanya masalah selisih tanah dengan tetangga kita jadi hubungan tidak baik. Mari kita jaga hubungan tetangga dengan baik. emang terkadang dalam hati kita merasa nggak butuh tetangga. Padahal kalau kita butuh sesuatu mendesak tetangga lah yang pertama kali bisa kita minta tolong.
Mungkin ini hikmah yang bisa kita ambil, mari kita jaga tali silaturahmi kita.
Kayanya dalam kehidupan kita juga kita nggak bisa terlepas dari hubungan dengan sesama. Kita butuh teman atau kawan /orang lain dalam segala hal. Kadang kita nggak bisa melihat diri kita. Apa diri kita ini sudah benar atau berada pada posisi yang tepat. terkadang kita hanya menilai orang lain tanpa intropeksi diri kita. Kita butuh masukan dari orang lain dalan kehidupan ini. Kayanya nggak mungkin dech kalau kita tidak tegantung sama orang lain di sekitar kita.
Begitu juga dalam bertetangga. Kita harus hati-hati menjaga perasaan tetangga kita. Berdasarkan cerita dari tetangga, jangan sampai permasalahan kecil membuat hubungan dengan tetangga jadi tidak baik. Kalau udah terjadi perselisihan untuk memperbaikinya sangat susah banget dech. Apalagi kalau sama-sama tinggi egonya. Merasa benar sendiri. Mari kita sekarang mencoba mengalah demi terjaganya tali silaturahmi kita.
Dalam agama Islam juga sangat melarang memutuskan tali silaturahmi.
Apalagi masalah yang berhubungan dengan rumah. Jangan samapai hanya masalah selisih tanah dengan tetangga kita jadi hubungan tidak baik. Mari kita jaga hubungan tetangga dengan baik. emang terkadang dalam hati kita merasa nggak butuh tetangga. Padahal kalau kita butuh sesuatu mendesak tetangga lah yang pertama kali bisa kita minta tolong.
Mungkin ini hikmah yang bisa kita ambil, mari kita jaga tali silaturahmi kita.
Selasa, 12 Agustus 2008
Kebiasaan 40 hari
Minggu ini terpaksa rencana pergi ke Palangkaraya terpaksa dibatalkan, di samping gua udah bayar acara seminarnya juga acara silaturahmi ke kawan nggak jadi.
Belum lagi kebiasaan untuk membaca setiap hari nggak jalan lagi, padahal udah sekitar setengah bulan membiasakan diri untu membaca jadi luput.
Apalagi acara menulis di blog jadi nggak pernah lagi. Kayanya harus dipaksain dech minimal kebiasaan itu 40 hari harus dilakukan. Kayanya ibarat obat orang sakit paru-paru yang apabila lupa diminum sekali aja harus diulang dari awal dech kebiasaan kita. Mungkin kebiasaan itu juga harus rutin dech 40 tanpa ada terhenti. kalau sekali aja terhenti harus diulang lagi dari awal.
Tapi kalau lari pagi insya Allah masih dipaksa dech.
Terkadang gua mikir gimana orang nag super sibuk ngatur waktu yang padat untuk banyak kegiatan.
Gua aja yang nggak terlalu sibuk aja kayanya susah banget dech ngatur waktunya.
Kayanya ini jadi bahan renungan buat gua. Gimana membiasakan diri untuk berdisiplin.
Trus yang gua harus latih juga kebiasaan untuk bersikap ikhlas menerima apa adanya, dan ikhlas menerima apa yang diberikan dan banyak bersyukur. Kayanya hati ini harus sering dilatih untuk ikhlas.
Belum lagi kebiasaan untuk membaca setiap hari nggak jalan lagi, padahal udah sekitar setengah bulan membiasakan diri untu membaca jadi luput.
Apalagi acara menulis di blog jadi nggak pernah lagi. Kayanya harus dipaksain dech minimal kebiasaan itu 40 hari harus dilakukan. Kayanya ibarat obat orang sakit paru-paru yang apabila lupa diminum sekali aja harus diulang dari awal dech kebiasaan kita. Mungkin kebiasaan itu juga harus rutin dech 40 tanpa ada terhenti. kalau sekali aja terhenti harus diulang lagi dari awal.
Tapi kalau lari pagi insya Allah masih dipaksa dech.
Terkadang gua mikir gimana orang nag super sibuk ngatur waktu yang padat untuk banyak kegiatan.
Gua aja yang nggak terlalu sibuk aja kayanya susah banget dech ngatur waktunya.
Kayanya ini jadi bahan renungan buat gua. Gimana membiasakan diri untuk berdisiplin.
Trus yang gua harus latih juga kebiasaan untuk bersikap ikhlas menerima apa adanya, dan ikhlas menerima apa yang diberikan dan banyak bersyukur. Kayanya hati ini harus sering dilatih untuk ikhlas.
Senin, 04 Agustus 2008
Jalani hidup dengan enjoy
Kemaren hari minggu lumayan padat janji dan menghadiri undangan. Kemaren ada dua undangan pernikahan, satu undangan ulang tahun anak, dan satu undangan makan siang dengan tamu. Awalnya bingung juga kaya apa supaya dapat semua. Dan semua acara itu berdekatan.
Kayanya yang penting kita harus berusaha dulu sekuat kita untuk mengatur janji tersebut. Dan kita harus yakin untuk bisa memenuhi janji tersebut. Terus alhamdulillah kemaren semua acara dapat walaupun cukup lelah untuk menepati janji tersebut.
Kaya tadi pagi juga, mungkin segala sesuatu bisa dilakukan kalau emang kita mau berusaha. Terus jangan anggap segala kendala itu harus dihadapi dengan baik.
Begitu pun kalau kita di rumah, misal kita lagi mau ngerjain tugas atau ngetik sesuatu, terus anak kita mau minta ditemani main, sebaiknya kita berhenti aja dulu ngetiknya. Sekalian ini dilatih sebagai "pit stop" kita. Siapa tahu dengan jedanya kita nanti dapat ilham yang baru atau dapat lebih fresh. Begitu juga apabila istri kita mau minta tolong sesuatu jangan sampai kita tidak menanggapinya, dengan alasan kita sibuk. Mari kta ambil hikmah semua tersebut dan mengambil pelajaran yang dapat diambil.
Mari kita berusaha untuk jangan mengecewakan keluarga dan orang-orang dekat di sekeling kita. Mari kita lebih memberikan perhatian sebisa yang kita mampu. Kalau emang kita nggak mampu yah sekarang kan ada hp, udah gitu pulsanya sekarang murahkan.
Mari kita lakukan segala sesuatunya dengan enjoy?????
Kayanya yang penting kita harus berusaha dulu sekuat kita untuk mengatur janji tersebut. Dan kita harus yakin untuk bisa memenuhi janji tersebut. Terus alhamdulillah kemaren semua acara dapat walaupun cukup lelah untuk menepati janji tersebut.
Kaya tadi pagi juga, mungkin segala sesuatu bisa dilakukan kalau emang kita mau berusaha. Terus jangan anggap segala kendala itu harus dihadapi dengan baik.
Begitu pun kalau kita di rumah, misal kita lagi mau ngerjain tugas atau ngetik sesuatu, terus anak kita mau minta ditemani main, sebaiknya kita berhenti aja dulu ngetiknya. Sekalian ini dilatih sebagai "pit stop" kita. Siapa tahu dengan jedanya kita nanti dapat ilham yang baru atau dapat lebih fresh. Begitu juga apabila istri kita mau minta tolong sesuatu jangan sampai kita tidak menanggapinya, dengan alasan kita sibuk. Mari kta ambil hikmah semua tersebut dan mengambil pelajaran yang dapat diambil.
Mari kita berusaha untuk jangan mengecewakan keluarga dan orang-orang dekat di sekeling kita. Mari kita lebih memberikan perhatian sebisa yang kita mampu. Kalau emang kita nggak mampu yah sekarang kan ada hp, udah gitu pulsanya sekarang murahkan.
Mari kita lakukan segala sesuatunya dengan enjoy?????
Selasa, 29 Juli 2008
Membatasi tv
Ternyata bisa juga kami membatasi nonton tv buat anak saya dan termasuk kami. Sekarang aturannya setiap malam sehabis magrib tidak boleh nonton tv diganti dengan acara belajar membaca. Tv dinyalakin lagi pada jam 8.00 malam sampai jam 9.00 malam. Mudah-mudahan perubahan itu terus dapat kami pertahankan. Yah sebelum kita menyuruh anak kita membatasi nonton tv kita dulu yang harus berkorban untuk mengurangi nonton tv itu. Sekarang saya udah jarang nonton tv lagi. Dulu nggak mau ketinggalan acara nya empat mata tukul arwana. Apalgi hampir tiap malam saya nonton film di trans tv. MAlah kadang filmya itu bersambung sampai dua film dalam satu malam seperti acara midnight di bioskop. Apalagi kalau lagi suntuk gua bisa nonton tv samapai jam 3 pagi. Tapi kalau mau baca buku bawaannya ngantuk terus. Sekarang yah dikit-dikit dikurangi dech.
Masak kalau kita nyuruh anak kita membatasi nonton "kemosnya" (kartun), kita juga nggak mau mengurangi acara favorit kita kayanya nggak adil dech. Tapi yang komplain sih istri saya. Kalau di rumah kan tvnya cuma satu. Jadi kalau bersama eja dirumah yah jadi ikutan nonton kartun. Pasti rame dech berebutan nonton acara tv.
Sudah beberapa hari ini saya dan keluarga mencoba mendisplinkan diri untuk membatasi nonton tv. Yah sekalian diniatkan untuk menghemat energi dan menambah kemesraaan keluarga. Hal ini juga didukung oleh PLN, yang beberapa minggu lalu dengan rajin dan baik hati mengingatkan saya dengan adanya pemadaman listrik bergilir, sampai lebih dari empat jam hampir setiap hari. Jadi ini juga yang membuat kami mulai terbiasa beradaptasi untuk mengurangi tv. Yah terimakasih PLN mungkin ini hikmah dari seringnya mati lampu.
Masak kalau kita nyuruh anak kita membatasi nonton "kemosnya" (kartun), kita juga nggak mau mengurangi acara favorit kita kayanya nggak adil dech. Tapi yang komplain sih istri saya. Kalau di rumah kan tvnya cuma satu. Jadi kalau bersama eja dirumah yah jadi ikutan nonton kartun. Pasti rame dech berebutan nonton acara tv.
Sudah beberapa hari ini saya dan keluarga mencoba mendisplinkan diri untuk membatasi nonton tv. Yah sekalian diniatkan untuk menghemat energi dan menambah kemesraaan keluarga. Hal ini juga didukung oleh PLN, yang beberapa minggu lalu dengan rajin dan baik hati mengingatkan saya dengan adanya pemadaman listrik bergilir, sampai lebih dari empat jam hampir setiap hari. Jadi ini juga yang membuat kami mulai terbiasa beradaptasi untuk mengurangi tv. Yah terimakasih PLN mungkin ini hikmah dari seringnya mati lampu.
Senin, 28 Juli 2008
Keinginan yang tidak selalu terwujud
Terkadang kita punya rencana tapi hasilnya tidak sesuai dengan yang kita inginkan. Tapi kalau kita tidak ikhlas mungkin kita menganggap Tuhan tidak adil dech. Tapi biasanya dalam setiap kejadian banyak hikmah yang bisa kita ambil. Dan kita hanya bisa berusaha dan hasilnya kita serahkan saja pada yang kuasa.
Kemaren sabtu, saya test toefl yang sdah beberapa kali dijawalkan tapi diundur-undur terus. Padahal hikmah diundur-undurnya test ini kan bisa dijadikan lebih mempersiaakan iri untuk test. Tapi yang saya lakukan menggerutu dan ngomel aja tanpa mengambil hikmah dibalik pengunduran test tersebut. Kita hanya menyalahkan pihak lia yang tidak mau ngurusin test toefl tersebut. Seharusnya sika saya yah lebih mempersiapkan diri untuk test toefl tersebut.
Mungkin saya perlu banyak lagi merenung ada apa dibalik setiap peristiwa tersebut. Pernah ada suatau cerita dari aa Gym. ada sseorang pedagang makanan.Dia tinggal di suatu pelosok desa. Dan angkutan ke kota hanya sekali saja. Pas dia sudah menyiapkan semuanya. Ternyata dia terjatuh dan ketinggalan mobil yang pergi ke kota. Dia merasa maeah dan kesal atas kejadian tersebut. Udah capek-capek menyiapkan sagalanya rugi waktu dan uang lagi eh nggak jadi jualan lagi. Tapi ternyata dibalik semua kejadian tersebut ada hikmah yang bisa diambil. Ternyata mobi yang biasa mengangkut dia mengalami kecelakaan yang tragis. Baru dia sadar bahwa Allah masih sayang sama dia. Dan masih diberi kesempatan untuk hidup.
Begitu juga dalam kehidupan ini kayanya kita harus pasrah dech. Kayanya bukan hasil yang kita cari tapi proses yang paling penting.
Kemaren sabtu, saya test toefl yang sdah beberapa kali dijawalkan tapi diundur-undur terus. Padahal hikmah diundur-undurnya test ini kan bisa dijadikan lebih mempersiaakan iri untuk test. Tapi yang saya lakukan menggerutu dan ngomel aja tanpa mengambil hikmah dibalik pengunduran test tersebut. Kita hanya menyalahkan pihak lia yang tidak mau ngurusin test toefl tersebut. Seharusnya sika saya yah lebih mempersiapkan diri untuk test toefl tersebut.
Mungkin saya perlu banyak lagi merenung ada apa dibalik setiap peristiwa tersebut. Pernah ada suatau cerita dari aa Gym. ada sseorang pedagang makanan.Dia tinggal di suatu pelosok desa. Dan angkutan ke kota hanya sekali saja. Pas dia sudah menyiapkan semuanya. Ternyata dia terjatuh dan ketinggalan mobil yang pergi ke kota. Dia merasa maeah dan kesal atas kejadian tersebut. Udah capek-capek menyiapkan sagalanya rugi waktu dan uang lagi eh nggak jadi jualan lagi. Tapi ternyata dibalik semua kejadian tersebut ada hikmah yang bisa diambil. Ternyata mobi yang biasa mengangkut dia mengalami kecelakaan yang tragis. Baru dia sadar bahwa Allah masih sayang sama dia. Dan masih diberi kesempatan untuk hidup.
Begitu juga dalam kehidupan ini kayanya kita harus pasrah dech. Kayanya bukan hasil yang kita cari tapi proses yang paling penting.
Minggu, 27 Juli 2008
Bisa karena terbiasa
Ada anak di komplek saya, setelah dia lulus SD dia dimasukin oleh orangtuanya ke salah satu pesantren di Banjarmasin Kal Sel. Kalau nggak salah pesantern itu mengkhususkan untuk menghapal al Quran. Waktu kemaren saya ketemu anak tersebut setelah saya tanya, "Udah hapal berapa juzz de, katanya saya sudah menghapal 7 juzz al quran.
Waktu saya denger dia sudah hapal tujuh juzz, wah saya pikir hebat neh anak usia 13 tahun dalam waktu setahun sudah dapat menghapal tujuh juzz. Saya yang berumur lebih 35 tahun aja, juzz amma aja nggak hapal-hapal. Kadang malu juga kalau sholat bacaannya surat yang pendek-pendek. Malah kadang kalau baca surat al kafirun suka terbalik-balik.
Tapi setelah saya tanya gimana kok bisa hapal cepat dan banyak apa gak capek. Ternyata metodenya setiap hari dia menghapal al qur an. mulai pagi, siang sore malam. Dan dia punya target setiap hari harus nambah setengah lembar al quran dengan catatan ayat yang dihapalnya tetap diulang ulang supaya tidak lupa.
Emang kalau ada keinginan dan kerja keras kayanya apa saja bisa dicapai dech. Terus lingkungan kita juga sangat berpengaruh dech. Dan yang penting kita harus ada kemauan dan target yang harus kita capai. Jadi kayanya segala sesuatu hal itu mungkin aja terjadi kalau kita sangat menginginkannya dan bertekad untuk mencapainya.
Waktu saya denger dia sudah hapal tujuh juzz, wah saya pikir hebat neh anak usia 13 tahun dalam waktu setahun sudah dapat menghapal tujuh juzz. Saya yang berumur lebih 35 tahun aja, juzz amma aja nggak hapal-hapal. Kadang malu juga kalau sholat bacaannya surat yang pendek-pendek. Malah kadang kalau baca surat al kafirun suka terbalik-balik.
Tapi setelah saya tanya gimana kok bisa hapal cepat dan banyak apa gak capek. Ternyata metodenya setiap hari dia menghapal al qur an. mulai pagi, siang sore malam. Dan dia punya target setiap hari harus nambah setengah lembar al quran dengan catatan ayat yang dihapalnya tetap diulang ulang supaya tidak lupa.
Emang kalau ada keinginan dan kerja keras kayanya apa saja bisa dicapai dech. Terus lingkungan kita juga sangat berpengaruh dech. Dan yang penting kita harus ada kemauan dan target yang harus kita capai. Jadi kayanya segala sesuatu hal itu mungkin aja terjadi kalau kita sangat menginginkannya dan bertekad untuk mencapainya.
Jumat, 25 Juli 2008
Browsing internet dan membaca
Ternyata antara membaca di internet dan membaca buku saya cenderung lebih banyak waktu saya untuk browsing di internet. Emang kalau kita browsing di internet waktu dua jam nggak terasa dech. Apalagi kalau kita udah chatting, wah walaupun lima jam kita sangup meladeninya. Tapi kalau untuk urusan membaca saja saya masih agak malas dech.
Belum lagi di rumah pengaruh tivi. Kayanya setelah gua pikir waktu kita banyak habis untuk nonton tivi dech. Sekarang saya sama istri saya juga membatasi nonton tivi. KAsihan kalau anak saya sudah kecanduan tivi nanti susah lagi buat berubah.
Tapi untungnya saya terkena virus kawan saya yang ngajak beli buku. Dia cerita bahwa membaca buku merupakan salah satu kunci untuk kemajauan kita. Kalau umat Islam sudah biasa membaca maka tunggu aja dech akan kemajuan dan kebangkitan Islam.
Mulai beberapa minggu kemaren pas ada duit saya usahakan untuk membeli buku. Kata orang yah muali lah kita investasi untuk mulut ke atas, jangan duit habis untuk mulut ke bawah aja. Buku apa saja asalkan dapat berguna. Baik itu buku motivasi ataupun buku tentang pengembangan diri. Ternyata banyak buku-buku yang bagus untuk dibaca. Dan sudah banyak buku-buku asing yang diterjemahkan olah penerbit.
Kawan saya itu kalau beli buku dalam seminggu minimal dua atau tiga buku. Wah emang harus ada pengorbanan kalau kita mau maju. Trus yang perlu diingat, supaya buku itu berkah sebaiknya beli yang asli dech. Gua pengalaman juga sih mulai dari smp sampai kuliah kalau beli buku pasti beli di daerah senin jakarta. Soalnya di sana harga buku bisa setengahnya harga di toko. Yah jadinya nggak berkah dech ilmunya.
Emang kalau kita mau maju kita harus mulai dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan. Kayanya kalau kita beli buku bajakan itu termasuk zolim dech kita. Yah saya sekarang berusaha membeli buku asli semoga dengan niat saya ini dapat diberkahi dan ditambah rezeki kita sehingga saya bisa membeli buku lagi.
Trus ini ada tip kalau mau beli buku murah, di toko buku city book ada program diskon semua buku dan barang diskon 10%. Untuk mendapatkan diskon itu dengan cara harus membeli buku pada saat pertama minimal 150 ribu. Tar setelah nota pembelian buku kita dikasih kartu diskon dari book city.
Trus, kalau di kantor nggak ada kerjaan atau pas mati lampu kayanya baiknya kita main ke book city dech bisa baca-baca buku gratis. Kalu buku itu disampul plastik kita bisa minta ke petugasnya minta bukain.
Belum lagi di rumah pengaruh tivi. Kayanya setelah gua pikir waktu kita banyak habis untuk nonton tivi dech. Sekarang saya sama istri saya juga membatasi nonton tivi. KAsihan kalau anak saya sudah kecanduan tivi nanti susah lagi buat berubah.
Tapi untungnya saya terkena virus kawan saya yang ngajak beli buku. Dia cerita bahwa membaca buku merupakan salah satu kunci untuk kemajauan kita. Kalau umat Islam sudah biasa membaca maka tunggu aja dech akan kemajuan dan kebangkitan Islam.
Mulai beberapa minggu kemaren pas ada duit saya usahakan untuk membeli buku. Kata orang yah muali lah kita investasi untuk mulut ke atas, jangan duit habis untuk mulut ke bawah aja. Buku apa saja asalkan dapat berguna. Baik itu buku motivasi ataupun buku tentang pengembangan diri. Ternyata banyak buku-buku yang bagus untuk dibaca. Dan sudah banyak buku-buku asing yang diterjemahkan olah penerbit.
Kawan saya itu kalau beli buku dalam seminggu minimal dua atau tiga buku. Wah emang harus ada pengorbanan kalau kita mau maju. Trus yang perlu diingat, supaya buku itu berkah sebaiknya beli yang asli dech. Gua pengalaman juga sih mulai dari smp sampai kuliah kalau beli buku pasti beli di daerah senin jakarta. Soalnya di sana harga buku bisa setengahnya harga di toko. Yah jadinya nggak berkah dech ilmunya.
Emang kalau kita mau maju kita harus mulai dari hal-hal kecil yang bisa kita lakukan. Kayanya kalau kita beli buku bajakan itu termasuk zolim dech kita. Yah saya sekarang berusaha membeli buku asli semoga dengan niat saya ini dapat diberkahi dan ditambah rezeki kita sehingga saya bisa membeli buku lagi.
Trus ini ada tip kalau mau beli buku murah, di toko buku city book ada program diskon semua buku dan barang diskon 10%. Untuk mendapatkan diskon itu dengan cara harus membeli buku pada saat pertama minimal 150 ribu. Tar setelah nota pembelian buku kita dikasih kartu diskon dari book city.
Trus, kalau di kantor nggak ada kerjaan atau pas mati lampu kayanya baiknya kita main ke book city dech bisa baca-baca buku gratis. Kalu buku itu disampul plastik kita bisa minta ke petugasnya minta bukain.
Kamis, 24 Juli 2008
Semangat Pak Sagala
Tadi pagi ketemu pak Sagala (Mantan kepala Balai yang sudah pensiun) hendak ke kantor. Pas ketemu di jalan saya singgahi. Saya tawarkan beliau , Pak mau ikut gak naik motor saya. Katanya boleh-boleh. Kadang Pak Sagala nggak mau kita bonceng pake motor alasannya mau olahraga.
Yang saya salut dari beliau, semangatnya untuk mempertahankan pendapatnya tentang KUVIO. Terus semangat menulisnya yang tiada kenal lelah. Dia beberapa kali mengirim artikel ke Kompas dan beberapa kali juga artikelnya di tolak. Biasanya kalau udah pensiun kalau nggak ada kegiatan biasanya kondisi stamina atau pikiran akan ikut mundur juga. Tapi pak sagala tidak. Dia masih semangat untuk menulis sehingga otaknya masih terus dipakai dan digunakan.
Wah masa gua nggak malu sih ama pak sagala. Dari segi umur beliau jauh lebih tua. Semangat menulisnya masih membara. Mungkin pak sagala bisa dijadikan teladan untuk saya bahwa semangat menulis dan berbuat baik harus terus dipelihara. Dan kepedulian beliau terhadap kondisi kehutanan sangat tinggi. Beliau sangat perhatian terhadap kondisi kehutanan saat ini.
emang terkadang beliau sangat keras kalau mengemukakan pendapat. Tapi beliau tidak ada niat apapun yang jelek. Beliau ikhlas mencurahkan waktu dan pikirannya untuk kehutanan. Kalau orang baru pertama mendengar beliau emang terkadang kaget. Tapi emang gaya beliau. Salut bua pak Sagala. Terus menulis pak, walaupun bapak harus berkorban berjalan kaki dan naik angkot ke kantor untuk sekadar hanya mengedit atau menulis tulisan.
Yang saya salut dari beliau, semangatnya untuk mempertahankan pendapatnya tentang KUVIO. Terus semangat menulisnya yang tiada kenal lelah. Dia beberapa kali mengirim artikel ke Kompas dan beberapa kali juga artikelnya di tolak. Biasanya kalau udah pensiun kalau nggak ada kegiatan biasanya kondisi stamina atau pikiran akan ikut mundur juga. Tapi pak sagala tidak. Dia masih semangat untuk menulis sehingga otaknya masih terus dipakai dan digunakan.
Wah masa gua nggak malu sih ama pak sagala. Dari segi umur beliau jauh lebih tua. Semangat menulisnya masih membara. Mungkin pak sagala bisa dijadikan teladan untuk saya bahwa semangat menulis dan berbuat baik harus terus dipelihara. Dan kepedulian beliau terhadap kondisi kehutanan sangat tinggi. Beliau sangat perhatian terhadap kondisi kehutanan saat ini.
emang terkadang beliau sangat keras kalau mengemukakan pendapat. Tapi beliau tidak ada niat apapun yang jelek. Beliau ikhlas mencurahkan waktu dan pikirannya untuk kehutanan. Kalau orang baru pertama mendengar beliau emang terkadang kaget. Tapi emang gaya beliau. Salut bua pak Sagala. Terus menulis pak, walaupun bapak harus berkorban berjalan kaki dan naik angkot ke kantor untuk sekadar hanya mengedit atau menulis tulisan.
Rabu, 16 Juli 2008
Perubahan
Ternyata emang benar kata orang semua didunia ini nggak ada yang abadi. Ternyata yang abadi itu sendiri adalah perubahan. Jadi ada orang yang membuat perubahan di dunia ini. Ada yang menyaksikan/menikmati perubahan. Tetapi yang lebih parah lagi yaitu ada orang yang tidak mengetahui perubahan. Orang-orang ramai membicarakan perubahan sedang dia bingung orang ini sedang membicarakan perubahan apa.
Dulu kita kalau mau nyimpan file atau dokumen kita pakai disket yang kaspasitasnya hanya sekitar berapa Kb saya udah lupa. Yang lucu kawan di kantor ada yang nyimpan di disket. Pas dia mau membuka file tersebut ternyata di kantornya komputer yang ada tempat disketnya udah jarang. Malah jadi di bahan tertawaan. Dulu biasanya aja dech kalau kita nyimpan file pakai disket. Disket sekarang banyak diganti CD. Malah sekarang ada yang lebih lagi DVD. Malah sekarang ada yang lebih canggih lagi, ada flash disc dan hardisc external. Dulu rasanya bangga atau keren banget kalau punya flash disc. Pertama kali saya punya flash disc merk krypton dengan kapasitas 64 MB. Kalau nggak salah saya beli seharga 350 ribu. Yang bagusnya perubahan tersebut adalah perubahan tersebut ke arah yang lebih baik dan harganya pun semakin murah. Sekarang aja flash disc yang 4 GB dapat dibeli seharga 169 ribu aja.
Begitu juga dengan perkembangan kaset. Sekarang udah jarang tuh orang ngedengerin keset yang biasa. Sekarang udah ada MP3. Dalam CD itu ada banyak lagi yang bisa dinikmati. Dan yang penting jadi murah harganya. Apalgi yang bajakan he.. he....he..(Soalnya gua nggak mampu beli yang asli sih). Dulu kita kalau diperantauan kalau mau kirim khabar harus pakai surat atau nelpon antri ke wartel. Gua masih inget dulu harus antri di wartel cari waktu diskont. Sekarang wartel banyak yang tutup soalnya udah jarang orang yang menggunakannya. sekarang komunikasi harganya udah murah. Dan sekarang harga Hp juga sudah terjangkau. Makin lama perubahan tersebut membuat hidup kita lebih nikmat dan gampang. Tapi tadi pagi saya ke kantor pos ternyata di kantor masih ramai kegiatannya. Dulu emang di kantor pos kegiatannya hanya terbatas surat menyurat, wesel dan yang lain-lain. Tapi sekarang layannnya ada terobosan seperti dia kerja sama dengan share (tabungan), membayar cicilan sepeda motor. dan jasa yang lainnya.
Yang jadi permasalahnnya apakah saya sudah melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan ekonomis. Kemaren saya membaca buku nya Sandy Macgregor, katanya dalam membaca kita harus melakukan perubahan. Dulu waktu sebelum bisa membaca, kita harus mengeja kata per kata. Sekarang anak sekolah ngak jamannya lagi belajar membaca dengan cara mengeja dulu. Kemaren saya membeli buku yang bagus cara belajar membaca.
Trus ternyata sekarang ada teknik membaca cepat. Wah saya sempat ketinggalan juga. Saya sekarang lagi belajar membaca cepat.
oke mari mulai saat ini kita berubah dari hal-hal yang kecil dulu.
Dulu kita kalau mau nyimpan file atau dokumen kita pakai disket yang kaspasitasnya hanya sekitar berapa Kb saya udah lupa. Yang lucu kawan di kantor ada yang nyimpan di disket. Pas dia mau membuka file tersebut ternyata di kantornya komputer yang ada tempat disketnya udah jarang. Malah jadi di bahan tertawaan. Dulu biasanya aja dech kalau kita nyimpan file pakai disket. Disket sekarang banyak diganti CD. Malah sekarang ada yang lebih lagi DVD. Malah sekarang ada yang lebih canggih lagi, ada flash disc dan hardisc external. Dulu rasanya bangga atau keren banget kalau punya flash disc. Pertama kali saya punya flash disc merk krypton dengan kapasitas 64 MB. Kalau nggak salah saya beli seharga 350 ribu. Yang bagusnya perubahan tersebut adalah perubahan tersebut ke arah yang lebih baik dan harganya pun semakin murah. Sekarang aja flash disc yang 4 GB dapat dibeli seharga 169 ribu aja.
Begitu juga dengan perkembangan kaset. Sekarang udah jarang tuh orang ngedengerin keset yang biasa. Sekarang udah ada MP3. Dalam CD itu ada banyak lagi yang bisa dinikmati. Dan yang penting jadi murah harganya. Apalgi yang bajakan he.. he....he..(Soalnya gua nggak mampu beli yang asli sih). Dulu kita kalau diperantauan kalau mau kirim khabar harus pakai surat atau nelpon antri ke wartel. Gua masih inget dulu harus antri di wartel cari waktu diskont. Sekarang wartel banyak yang tutup soalnya udah jarang orang yang menggunakannya. sekarang komunikasi harganya udah murah. Dan sekarang harga Hp juga sudah terjangkau. Makin lama perubahan tersebut membuat hidup kita lebih nikmat dan gampang. Tapi tadi pagi saya ke kantor pos ternyata di kantor masih ramai kegiatannya. Dulu emang di kantor pos kegiatannya hanya terbatas surat menyurat, wesel dan yang lain-lain. Tapi sekarang layannnya ada terobosan seperti dia kerja sama dengan share (tabungan), membayar cicilan sepeda motor. dan jasa yang lainnya.
Yang jadi permasalahnnya apakah saya sudah melakukan perubahan ke arah yang lebih baik dan ekonomis. Kemaren saya membaca buku nya Sandy Macgregor, katanya dalam membaca kita harus melakukan perubahan. Dulu waktu sebelum bisa membaca, kita harus mengeja kata per kata. Sekarang anak sekolah ngak jamannya lagi belajar membaca dengan cara mengeja dulu. Kemaren saya membeli buku yang bagus cara belajar membaca.
Trus ternyata sekarang ada teknik membaca cepat. Wah saya sempat ketinggalan juga. Saya sekarang lagi belajar membaca cepat.
oke mari mulai saat ini kita berubah dari hal-hal yang kecil dulu.
Selasa, 08 Juli 2008
Mat gondrong
Waktu tadi malam pas mau tidur malam ama eja, tanpa sengaja kita ngobrol ringan-ringan. Eh pas entah kenapa si eja kelepasan cerita, bahwa kepalanya pernah dijedukkan ke pagar. Seperti dalam sinetron di tipi setelah ba’da magrib Ronaldowati. Spontan saya kaget. Trus saya tanya kenapa gitu ja, katanya dia ikut-ikutan kawannya menyundul pagar rumah tetangga.
Wah kaget juga ngedenger ceritanya si eja. Kayanya pengaruh tv luar biasa dahsyatnya. Apalagi sinteron itu di tayangkan setiap hari. Yang bikin celakanya juga kawan-kawannya juga senang nonton acara tersebut. Terkadang apa yang dilakukan tokoh dalam sinetron tersebut dianggap biasa juga dilakukan oleh anak-anak. Yang bikin bahaya sih kayanya tokohnya mat gondrong. Dengan ciri khasnya selalu mengucapkan kata-kata aduh mmm parah. Dalam sinetron ini si mat gondrong dikisahkan punya kekuatan di kepalanya. Dengan kekuatan di kepalanya dia dapat menyundul apapun juga. Bahkan dapat menyundul kerbau. Aduh parah neh sinetron kita.
Terkadang pembuat sinetron ini harus juga mempertimbangkan dampak tayangan sinetron tersebut terhadap jiwa anak-anak. Maklum anak-anak masih suka meniru apa yang dilihatnya. Dia pikir kekuatan kepalanya sama kuatnya dengan tokoh dalam sinetron tersebut. Sinetron ronaldowati kayanya nggak ada misi nya. Judulnya aja ronaldowati, tapi isinya nggak mencerminkan permaianan bola. Malah isi nya di luar kewajaran yang ditonjolkan. Hal-hal yang mustahil atau yang tidak masuk akal malah yang ditonjolkan. Padahal waktu menonton sinetron itu, kami sudah wanti-wanti mengingatkan anak saya bahwa itu hanya bohongan. Kekuatan itu hanya tipuan di film. Tapi yah namanya anak-anak meskipun dikasih tahu kadang-kadang kelepasan apalagi kalau sedang bermain.
Malah saya sangat tertarik dengan film kartunnya Malaysia dengan judul bola kampung. Film itu kayanya ada pesan yang ingin disampaikan. Ada pesan moral dalam kehidupan anak-anak. Dalam film tersebut diceritakan bagaimana kita berkawan, bagaimana dalam menempuh keberhasilan dibidang olahraga tanpa melupakan sekolah. Dan bagaimana kita berlaku sportif dalam olahraga. Terus juga bagaimana sikap otangtua untuk mendukung anaknya berprestasi di bidang olahraga. Pokoknya bagus dech film ini buat ditonton. Kami juga suka nonton film ini, eja juga suka menontonnya. Ini benar-benar film bolanya anak-anak. Di dalam film tersebut digambarkan bahwa dengan kerja sama dan kerj keras kita dapat memenangkan suatu pertandiingan.
Kayanya kita udah banyak dech ketinggalan dengan Malaysia. Masak kita nggak bisa bikin sinetron anak-anak yang benar-benar untuk mendidik jiwa anak-anak. Kayanya lembaga sensor film harus juga mensensor sinetron-sintron yang tidak mendidik tersebut. Atau bagi insan-insan perfilman harus punya jiwa besar untuk memajukan bangsa ini lewat pesan-pesan apa yang hendak disampaikan. Kayanya kita kurang dech sinetron-sinetron yang berisi pesan-pesan moral dalam kehidupan. Yang marak belakangan ini adalah sinetron-sonetron dengan denagan tema-tam mistik, kemewahan hidup, dan hayalan-hayalan belaka.
Wah kaget juga ngedenger ceritanya si eja. Kayanya pengaruh tv luar biasa dahsyatnya. Apalagi sinteron itu di tayangkan setiap hari. Yang bikin celakanya juga kawan-kawannya juga senang nonton acara tersebut. Terkadang apa yang dilakukan tokoh dalam sinetron tersebut dianggap biasa juga dilakukan oleh anak-anak. Yang bikin bahaya sih kayanya tokohnya mat gondrong. Dengan ciri khasnya selalu mengucapkan kata-kata aduh mmm parah. Dalam sinetron ini si mat gondrong dikisahkan punya kekuatan di kepalanya. Dengan kekuatan di kepalanya dia dapat menyundul apapun juga. Bahkan dapat menyundul kerbau. Aduh parah neh sinetron kita.
Terkadang pembuat sinetron ini harus juga mempertimbangkan dampak tayangan sinetron tersebut terhadap jiwa anak-anak. Maklum anak-anak masih suka meniru apa yang dilihatnya. Dia pikir kekuatan kepalanya sama kuatnya dengan tokoh dalam sinetron tersebut. Sinetron ronaldowati kayanya nggak ada misi nya. Judulnya aja ronaldowati, tapi isinya nggak mencerminkan permaianan bola. Malah isi nya di luar kewajaran yang ditonjolkan. Hal-hal yang mustahil atau yang tidak masuk akal malah yang ditonjolkan. Padahal waktu menonton sinetron itu, kami sudah wanti-wanti mengingatkan anak saya bahwa itu hanya bohongan. Kekuatan itu hanya tipuan di film. Tapi yah namanya anak-anak meskipun dikasih tahu kadang-kadang kelepasan apalagi kalau sedang bermain.
Malah saya sangat tertarik dengan film kartunnya Malaysia dengan judul bola kampung. Film itu kayanya ada pesan yang ingin disampaikan. Ada pesan moral dalam kehidupan anak-anak. Dalam film tersebut diceritakan bagaimana kita berkawan, bagaimana dalam menempuh keberhasilan dibidang olahraga tanpa melupakan sekolah. Dan bagaimana kita berlaku sportif dalam olahraga. Terus juga bagaimana sikap otangtua untuk mendukung anaknya berprestasi di bidang olahraga. Pokoknya bagus dech film ini buat ditonton. Kami juga suka nonton film ini, eja juga suka menontonnya. Ini benar-benar film bolanya anak-anak. Di dalam film tersebut digambarkan bahwa dengan kerja sama dan kerj keras kita dapat memenangkan suatu pertandiingan.
Kayanya kita udah banyak dech ketinggalan dengan Malaysia. Masak kita nggak bisa bikin sinetron anak-anak yang benar-benar untuk mendidik jiwa anak-anak. Kayanya lembaga sensor film harus juga mensensor sinetron-sintron yang tidak mendidik tersebut. Atau bagi insan-insan perfilman harus punya jiwa besar untuk memajukan bangsa ini lewat pesan-pesan apa yang hendak disampaikan. Kayanya kita kurang dech sinetron-sinetron yang berisi pesan-pesan moral dalam kehidupan. Yang marak belakangan ini adalah sinetron-sonetron dengan denagan tema-tam mistik, kemewahan hidup, dan hayalan-hayalan belaka.
Menulis di blog
Salah satu cara untuk membiasakan diri melatih otak kanan kita adalah dengan menulis. Kata mas Jamil hal ini bisa dilatih setiap hari sehabis sholat shubuh. Kalau kita mau disiplin insya Allah akan dimudahkan oleh Allah untuk melakukannya. Tapi emang terkadang kalau tidak dipaksa ide itu tidak akan muncul. Contohnya saya hari ini bingung mau nulis tentang apa yah hari ini . Tapi karena saya berusaha membiasakan diri setiap shubuh untuk menulis yah tulis apa aja dech tar juga muncul sendiri idenya.
Kata mas ewa, tulis aja yang ada dipikiran kita. Kalau kita paksa tar juga keluar idenya. Kalau kita udah sekali malas tar makin malas untuk memulainya lagi. Enggak perlu yang berat-berat dech kalau mau nulis. Yang penting kita nulis. Apalagi sekarang sudah ada media untuk menulis seperti nulis diblog.
Tapi ada trik untuk nulis diblog. Tulisan diblog itu nggak perlu panjang-panjang dech. Katanya kalau panjang-panjang tar kasihan waktu si pembaca habis untuk membaca blog aja. Tar kerjaannya sehari-hari terlantar. Ini juga saya rasakan dech. Kalau udah baca blog nggak kerasa berjam-jam. Jadi kalau kita nulis di blognya terlalu panjang tar pembaca jadi malas untuk membacanya. Katanya kalau mau nulis diblog cukup 1-2 lembar dengan spasi satu ukuran hurufnya 12 time new roman. Yah kalau menurut saya cukup lah minimal sehari satu lembar tulisan.
Yang paling susah adalah mencari tema apa yang harus kita tulis. Tapi kalau kita udah berpikir sebelumnya tar juga idenya datang sendiri tuch. Kalau kita paksakan otak kita besok nulis apa lagi yah. Tar juga idenya dating sendiri. Terkadang ide itu datang pas injuri time saat kita nulis. Bisa saat kita mau mandi, saat kita sekilas lihat tivi. Atau saat kita ada di jalan. Atau saat kita ada masalah.
Tapi udah beberapa hari ini saya nggak sempat buka internet. Tapi ini jangan dijadikan alasan untuk nggak nulis di blog. Untuk mengakalinya sudah beberapa hari ini saya mencoba menulisi blog itu di rumah dulu di computer pribadi. Sekitar jam 5 subuh saya udah nyalain computer. Trus tulisan itu saya simpan di flash disc. Tar sampai kantor tinggal masukin diblog.
Soalnya kalau nggak gitu susah untuk nulis langsung diblog. Yah sekalian membiasakan diri untuk bangun pagi. Daripada gua nonton tivi subuh-subuh lebih baik gua nyalain computer nulis apa aja. Sekalian untuk melatih otak menuangkan segala ide, permasalahan. Tapi kalau gua mau bangun pagi yah harus berkorban malamnya nggak boleh nonton empat matanya tukul arwana. Kalau tidurnya di atas jam 11 malam susah untuk bangun paginya. Yah gua harus berkorban lah nggak lagi nonton tivi malam-malam. Dulu gua paling kuat nonoton tivi. Malah pernah gua bias nonton tivi sampai jam 2-3 pagi.
Kata mas ewa, tulis aja yang ada dipikiran kita. Kalau kita paksa tar juga keluar idenya. Kalau kita udah sekali malas tar makin malas untuk memulainya lagi. Enggak perlu yang berat-berat dech kalau mau nulis. Yang penting kita nulis. Apalagi sekarang sudah ada media untuk menulis seperti nulis diblog.
Tapi ada trik untuk nulis diblog. Tulisan diblog itu nggak perlu panjang-panjang dech. Katanya kalau panjang-panjang tar kasihan waktu si pembaca habis untuk membaca blog aja. Tar kerjaannya sehari-hari terlantar. Ini juga saya rasakan dech. Kalau udah baca blog nggak kerasa berjam-jam. Jadi kalau kita nulis di blognya terlalu panjang tar pembaca jadi malas untuk membacanya. Katanya kalau mau nulis diblog cukup 1-2 lembar dengan spasi satu ukuran hurufnya 12 time new roman. Yah kalau menurut saya cukup lah minimal sehari satu lembar tulisan.
Yang paling susah adalah mencari tema apa yang harus kita tulis. Tapi kalau kita udah berpikir sebelumnya tar juga idenya datang sendiri tuch. Kalau kita paksakan otak kita besok nulis apa lagi yah. Tar juga idenya dating sendiri. Terkadang ide itu datang pas injuri time saat kita nulis. Bisa saat kita mau mandi, saat kita sekilas lihat tivi. Atau saat kita ada di jalan. Atau saat kita ada masalah.
Tapi udah beberapa hari ini saya nggak sempat buka internet. Tapi ini jangan dijadikan alasan untuk nggak nulis di blog. Untuk mengakalinya sudah beberapa hari ini saya mencoba menulisi blog itu di rumah dulu di computer pribadi. Sekitar jam 5 subuh saya udah nyalain computer. Trus tulisan itu saya simpan di flash disc. Tar sampai kantor tinggal masukin diblog.
Soalnya kalau nggak gitu susah untuk nulis langsung diblog. Yah sekalian membiasakan diri untuk bangun pagi. Daripada gua nonton tivi subuh-subuh lebih baik gua nyalain computer nulis apa aja. Sekalian untuk melatih otak menuangkan segala ide, permasalahan. Tapi kalau gua mau bangun pagi yah harus berkorban malamnya nggak boleh nonton empat matanya tukul arwana. Kalau tidurnya di atas jam 11 malam susah untuk bangun paginya. Yah gua harus berkorban lah nggak lagi nonton tivi malam-malam. Dulu gua paling kuat nonoton tivi. Malah pernah gua bias nonton tivi sampai jam 2-3 pagi.
Langganan:
Postingan (Atom)